UJIAN PRAKTEK KELAS 6 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SDN 11 MANGGEMACI KOTA BIMA
KOTA BIMA 28 April 2026 – Guna mengasah kemampuan berbahasa dan keterampilan berkomunikasi siswa, kelas 6 SDN 11 Manggemaci, Kota Bima, menggelar ujian praktek mata pelajaran Bahasa Indonesia pada Rabu (28/4/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu penilaian penting dalam mengukur kompetensi literasi siswa sebelum menyelesaikan masa studinya di bangku sekolah dasar.
Berbeda dengan ujian tulis yang bersifat teoretis, ujian praktek ini menitikberatkan pada aspek keterampilan berbicara (speaking) dan apresiasi sastra. Para siswa diminta untuk menampilkan berbagai kemampuan, mulai dari berpidato, membacakan puisi dengan penghayatan, hingga bercerita (storytelling) di depan kelas.
Guru pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDN 11 Manggemaci menjelaskan bahwa tujuan utama dari ujian ini adalah untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan melatih kemampuan retorika siswa.
"Bahasa Indonesia bukan sekadar teori tata bahasa, tetapi tentang bagaimana menyampaikan ide dan perasaan dengan santun serta terstruktur. Melalui ujian praktek ini, kami melihat sejauh mana siswa mampu mengolah diksi dan tampil dengan gestur yang meyakinkan di depan publik," jelasnya.
Suasana di ruang kelas tampak hidup. Para siswa tampil dengan berbagai tema pilihan. Ada yang membawakan pidato bertemakan semangat kebangsaan, ada pula yang mendemonstrasikan seni bercerita dengan mengangkat cerita rakyat daerah. Dukungan berupa tepuk tangan dari rekan sekelas membuat suasana ujian tidak terasa menegangkan, melainkan menjadi ajang unjuk bakat yang inspiratif.
Salah seorang siswa kelas 6 mengungkapkan antusiasmenya setelah menyelesaikan ujian. "Tadinya sempat gugup, tapi setelah maju ke depan, saya merasa senang bisa melatih kemampuan berbicara saya. Ini sangat bermanfaat untuk persiapan kami nanti di SMP," ujarnya.
Kegiatan ujian praktek Bahasa Indonesia ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan karakter siswa SDN 11 Manggemaci. Selain kemampuan akademik, sekolah berkomitmen untuk terus membekali siswa dengan kecakapan hidup (life skills) agar mereka menjadi generasi yang cakap dalam berkomunikasi, memiliki literasi yang baik, dan berwawasan luas.
Dengan berakhirnya rangkaian ujian praktek ini, pihak sekolah optimis bahwa lulusan tahun ini telah memiliki fondasi komunikasi yang kuat untuk menghadapi tantangan di jenjang pendidikan selanjutnya.