UPACARA BENDERA SDN 11 MANGGEMACI KOTA BIMA
KOTA BIMA 6 April 2026 – Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama SDN 11 Manggemaci Kota Bima pada Senin pagi ini. Ratusan siswa beserta jajaran guru dan staf kependidikan melaksanakan upacara bendera mingguan dengan penuh kedisiplinan. Kegiatan rutin ini tetap menjadi momentum krusial bagi sekolah untuk menanamkan nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme kepada generasi muda.
Upacara yang dimulai tepat pukul 07.00 WITA ini berjalan lancar dengan petugas upacara yang berasal dari perwakilan siswa kelas tinggi, yang telah berlatih intensif selama sepekan terakhir.
Kedisiplinan sebagai Napas Pendidikan
Dalam amanatnya, Pembina Upacara menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai kunci utama meraih cita-cita. Beliau menyampaikan bahwa upacara bendera bukan sekadar seremoni berdiri di lapangan, melainkan bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan dan simbol cinta tanah air.
Beberapa poin utama yang disampaikan dalam amanat upacara meliputi:
Kedisiplinan Waktu: Mengajak siswa untuk hadir lebih awal dan menghargai setiap detik proses belajar-mengajar.
Kerapian Atribut: Menekankan pentingnya penggunaan seragam lengkap sebagai identitas dan kebanggaan siswa SDN 11 Manggemaci.
Etika dan Sopan Santun: Mengingatkan siswa untuk selalu menjaga adab, baik kepada guru maupun sesama teman.
Apresiasi bagi Siswa Berprestasi
Momentum upacara kali ini juga dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk memberikan apresiasi kepada sejumlah siswa yang telah menunjukkan progres positif, baik di bidang akademik maupun non-akademik selama sepekan terakhir.
"Kami ingin setiap anak merasa dihargai. Upacara adalah panggung di mana prestasi dan kedisiplinan mereka disaksikan oleh seluruh warga sekolah," ungkap salah satu tenaga pendidik.
Harapan dan Komitmen Sekolah
Pelaksanaan upacara bendera di SDN 11 Manggemaci ini diharapkan dapat terus membentuk karakter siswa yang tangguh, berakhlak mulia, dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah akan jati diri bangsa di tengah arus modernisasi.
Kegiatan pun diakhiri dengan pembacaan doa bersama dan pembubaran barisan yang dilakukan secara tertib sebelum para siswa memasuki ruang kelas masing-masing untuk memulai aktivitas belajar.